Paris, Mesra namun Tetap Terbuka
Paris, Penuh Gemerlap Cahaya namun tetap Lembut Temaram
Paris, Aristokrat namun Tetap Merakyat
Paris, Sentimental namun tetap Spectakular
Begitulah ungkapan mengenai Paris. Kota tua yang unik, penuh inspirasi dan emosi. Mesra, Gemerlap, Sentimental dan Spectakular. Paris memang perlu dilihat dengan mata namun harus diamati mendalam dengan hati. Keanggunan , keindahan serta puitisnya kota ini memang sulit dijabarkan secara lengkap dan rinci dalam waktu yang singkat. Seminggu perjalanan hanya dikota Paris ,masih sebagian kecil saja yang bisa dinikmati. Itupun hanya sekilas-sekilas. Menurut informasi di Paris ada sekitar 4.000 landmarks yang sudah mulai dibangun sejak 2.000 tahun yang lalu. Betapa tak bisa dibanyangkan, kapan semuanya ini bisa kita kenali dan amati, bahkan untuk penduduk Paris sendiripun. Bangunan-bangunan historis yang Monumental, Eiffel, Trocadero, Notre Dame, Arc de Triomphe , Places de Vosges dan banyak lagi masih hanya sebagian kecil saja.
Dari Trocadero malam hari Menara Eiffel nampak seperti Peragawati dengan kakinya yang ramping beraksi dipanggung. Tepat jam 10 malam gemerlap dengan lampu2 pijar yang luar biasa Membuat kita terpana tak berkedip. Benar benar permainan yang menggoda . Disana ribuan orang menunggu, semua mata memandang datangnya nya detik detik dimana Eiffel berubah. Menjadi gemerlap penuh lampu pijar. Kejadian ini berlangsung selama 10 menit sebelum balik seperti sediakala. Tenang dan Anggun dengan cahaya keemasan kembali seperti peragawati yang bejalan dengan gaunnya yang anggun.
Notre Dame de Paris, kompleks gereja dengan arsitektur Gothicnya yang luar biasa. Puncak & busur busurnya yang menjulang tinggi ke angkasa bagaikan semangat dan doa yang membawa diri kita mendekati Tuhan yang adalah Semangat dan Kasih serta Cinta Sejati sendiri. Kalimat ini pernah dikemukakan Cardinal Feltin dari Paris periode 1949- 1966. Mengamati Notre Dame memang luar biasa. Bangunannya adalah konstruksi batu yang sangat kokoh tak tergoyahkan. Namun karena kehalusan dan banyaknya detail yang luar biasa lembutnya, membuat nya seperti terbuat dari renda yang lembut bukan batu konkret yang padat. Sungguh fenomena yang sulit untuk dibayangkan. Tiang2 dan Museum didalamnya sungguh mencengangkan. Luar biasa dan memang membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Sayang terlalu banyaknya turis yang mengunjungi Notre Dame sedikit mengusik kekusyukan mereka yang berdoa didalamnya. Keluar dari Notre Dame, disambut halaman yang penuh burung Merpati serta ada beberapa orang yang duduk dikursi sambil bercengkerama dengan merpati hingga seluruh tubuh mereka berbalut merpati tanpa kawatir kemungkinan flu burung.
Selain Landmarks yang tersebar dibanyak sudut Paris, lokasi menarik lainnya seperti Montmartre dibalik gereja Sacre-Coeur juga nikmat untuk dikunjungi. Disini berkumpul para seniman yang tentunya tak sama dengan seniman papan atas Perancis yang karya2nya banyak mendiami museum2 top di Paris. Meskipun begitu karya-karya mereka banyak yang layak untuk disimak dan menarik untuk dijadikan souvenir. Di Mont Martre juga tersebar banyak sekali Café. Dan hampir semuanya penuh sesak. Kehidupan masyarakat Paris memang tak bisa dipisahkan daru Café-Café. Mereka hadir ditiap sudut. Umumnya semua blok di Paris adalah Apartment di bagian atasnya , dibagian bawah difungsikan untuk business, kantor, toko, restaurant atau café yang tak pernah sepi pengunjung. Mereka bisa berjam jam duduk dicafe, memandang kejalanan sambil menikmati dan ngobrol melewatkan hari dengan sahabat atau keluarga.
Lain lagi di Places de Vosges tempat dimana Victor Hugo, penulis top pernah tinggal disana. Tempat ini teduh dengan pepohonan . Bergelut mesra dengan bangunan merah bata yang bernuansa sedikit pink. Berjubel dengan café dan galeri galeri kecil, taman dan lorong2 indah. Menikmati secangkir Black Coffee ataupun capucino disana sungguh memberikan kenyamanan yang berbeda. Rasanya memang enggan meninggalkan kursi tempat mana kita sudah duduk banyak jam sebelumnya.
Lurus dengan Arc de Triomphe, membentang panjang jalanan Champs Elysee. Jalanan paling bergengsi di Paris ini memang luar biasa. Indah , mempesona dengan pertokoan dan apartment lamanya. Lahan pejalan kakinya sungguh luas dan nikmat. Barangkali inilah lahan jalan kaki yang ternikmat dan terindah didunia. Deretan toko pakaian, minyak wangi serta aksesoris mahal lainnya sangat menggoda pejalan kaki. Sayang mata uang Euro terlalu tinggi . Jadi semuanya cukup sampai dimata. Cukup puas hanya menikmati coffee di Café café yang bertebar disana tanpa banyak belanja.
Bagi yang tertarik dengan Museum, sungguh di Paris adalah surganya. Sayang sekali kalau terlewatkan. Berkunjung ke Museum di Paris tidaklah terlalu mudah. Memerlukan cukup banyak waktu karena kita harus bersedia mengantri begitu panjang. Rasanya tak ada Museum di Paris yang sepi pengunjung. Biaya untuk masuk museum umumnya kisaran 5 sampai 9 Euro. Museum utama yang layak dikunjungi adalah Louvre atau nama lengkapnya Le Musee Du Louvre . Disana di Pavilion Denon tergantung Monalisa yang dikenal dengan sebutan La Joconde yang sebenarnya adalah foto diri dari Lisa Gherardini del Giocondo. Dilukis oleh Leonardo da Vinci pada sekitar 1503 – 1506 diatas kayu ukuran 77X53 cm. Rapat terlindung kaca anti peluru dan berjarak brikade. Barangkali karena pernah dicuri pada 1911 yang lalu. Setelah 3 tahun raib , kembali tersenyum di Louvre pada 1914. Ribuan karya2 Masterpiece lainnya seperti Rembrant, Delacroix, Bruegel dll juga tersimpan rapi dan bisa dinikmati disana bergiliran & bergantian terus menerus. Juga patung patung luar biasa indahnya dari berbagai periode mulai ratusan tahun sebeluim Masehi, termasuk Venus de Milo yang terkenal dan Winged Victory of Samothrace, patung Marmer tanpa kepala stinggi 3,28 m periode 190 tahun Sebeluim Masehi. Bergidik rasanya melihat pahatan sayap dan drapery kain yang sangat sempurna. Segitiga Pyramide ditengah halaman Museum yang dibangun oleh arsitek Ieoh Ming Pei telah membawa Louvre ke Museum tingkat dunia . Paduan Klasik dan Modern ini sekaligus juga jalan akses masuk serta berfungsi untuk pencahayaan yang sempurna. Jangan salah masuk ,melalui lapangan parkir bawah tanah, bisa menghemat dan menghindari antrean di luar Pyramide terebut yang panjangnya seolah tak ada ujung.
Museum d’Orsay juga jangan dilewatkan. Stasiun Kereta Api tua tersebut telah disulap menjadi Museum yang tak alang indahnya. Di dalamnya bersemayam karya karya lebih muda Masterpiece seperti karya Degas, Renoir, Van Gogh, Monet dan banyak lagi. Ada lagi Le Musee Nationa d’Art Moderne yang menyimpan karya karya lukis modern dari Kandinsky,Matisse, Miro dan lain-lain. Diluar sana masih sederetan Museum lagi yang tak ada habisnya, termasuk Museum Picaso.
Keluar kota sedikit, sekitar 1 jam perjalanan mobil, Versailles menunggu. Istana dengan beribu cerita yang memiliki kebun yang spectakuler serta ruang Kristal dan plafon plafonnya yang monumental dan berlukiskan atau berpahat sungguh tak masuk akal. Tak bisa dibayangkan bagaimana para seniman sambil memandang menengadah keplafon seharian mengerjakan karya seni dengan tiada hentinya. Capai rasanya . Terbayangkan sudah.
Seperti juga capai rasanya menyusuri keindahan kota tua Paris yang memang tak akan habis sekali kunjungan. Malahan akan melelahkan jika dipaksakan. Capai rasanya namun hati bahagia menikmati .Masih menggebu keinginan untuk kembali. Paris, takkan selesai dalam kunjungan seumur hidup. Paris- Paris…..!!!
Friday, September 18, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment