Sunday, December 13, 2009
Wednesday, November 4, 2009
SEKITAR QUEENSTOWN NEW ZEALAND
MT RUAPEHU NORTH ISLAND NEW ZEALAND
Friday, October 30, 2009
Bambapuang - Enrekang
Antara Pare Pare - Tanah Toraja, Enrekang pasti terlewati. Lembah luar biasa terbentang dikanan jalan. Di kompleks Bambapuang seolah semua berhenti. Stop untuk sejenak menikmati alam yang sedang bersolek. Siang hari warnanya Coklat lembut . Disana sini bertebar Hijau Sap. Bertutup lapisan biru Cerulean yang merupakan bukit2 dikejauhan. Susu yang dipadatkan (Dangke) bisa dinikmati hangat setelah digoreng, nikmat berasa telur. Makanan asli Enrekang yang bisa dicicipi diwarung sepanjang Enrekang sambil memandang lembah Bambapuang. Enrekang jangan terlewatkan
Friday, September 18, 2009
JANGAN PULANG SEBELUM MAMPIR DI WOODBURY

TradeMark lengkap dari Woodbury adalah Woodbury Common Premium Outlets® . Letaknya kira kira 2 jam perjalanan dari New York City. Selain bisa dicapai dengan mobil Charter yang kira2 berkisar USD 170 (jam 10 pagi sd jam 8 malam) bisa dicapai ekonomis dengan mudah menggunakan Bus Daily service .Antara lain Shortline Coach USA yang tiketnya juga tersedia on line di www.shortlinebus.com . Bus berangkat pulang balik hampir tiap jam dari New York City.

Bagi pengunjung New York yang suka wisata Shopping, melewatkan mengunjungi Woodbury adalah tabu. Disana berkumpul terkonsentrasi sehingga sangat mudah dijangkau sekitar 220 toko barang bermerk Dunia. Semuanya bisa dikunjungi dengan santai, tenang dan aman. Bukit pegunungan rendah memberikan suasana lebih tenteram. Fasilitas yang tersedia cukup memadai. Restoran dan Cafe pelepas lelah, money changer dll kebutuhan untuk menunjang wisata belanja semua lengkap. Yang agak sulit ditumui seperti dibanyak tempat wisata di Amerika adalah Toilet umum. Jadi kita harus bersedia agak menahan diri untuk buang air kecil. Kalaupun ada jaraknya cukup jauh.

Di Woodbury merk terkenal seperti Gucci, Giorgio Armani, Prada, Dior, Diesel, Versace, DKNY, Levi’s dan masih banyak lagi tersedia tersebar di outlet-outlet yang relatif sederhana dengan potongan harga tiap hari mencapai 65%. Bahkan bisa lebih. Terkadang barang berlabel USD 200 bisa diperoleh dengan harga USD 40, asal kita cukup kuat berkeliling area.
Tempat ini tak pernah sepi pengunjung, apalagi di area Food Court nya. Disini tersedia berbagai makanan. Dari yang khas gaya Amerika, Itali maupun Asia. Harga makanan disini juga relatif sedang, sekali makan berkisar USD 7. Porsinya cukup besar, jadi untuk orang yang makannya relatif sedikit, bisa sharing 1 porsi untuk berdua. Hemat namun kenyang.
Bagi pemburu barang bermerk, baru dengan harga miring, jangan lewatkan Woodbury kalau tak ingin menyesal. Kenyataan yang akan ditemui disana cukup mengejutkan. Memberikan kepuasan bagi yang hobbynya shopping dan sulit ditemui dimanapun disudut dunia. (JBISK)
NOTRE DAME DE PARIS,
NOTRE DAME OF THE WORLD
Ile de la Cite merupakan bagian kota tua Paris yang terletak dipulau yang dikelilingi Sungai Seine yang bening. Ada dua pulau kecil berdekatan yang dihubungkan oleh jalanan Pont St. Louis. Sebanyak 14 jembatan indah menjadi akses ke kedua pulau ini. Memang rasanya tanpa melihat peta, kita sulit menyadari bahwa situasinya berada ditengah sungai Seine.
Disini ada beberapa Landmarks Paris yang mana keseluruhannya sebenarnya berjumlah sekitar 4.000 an. Betapa banyak dan tak mungkin terkunjungi semuanya. Akses Pont Neuf, jalanan indah dengan jajaran lampu antik adalah salah satunya. Masih ada lagi The Conciergerie ,The Sainte Chapelle dan lain-lain. Salah satu Masterpiece arsitektur Gothic yang dibangun masa Louis IX adalah Sainte Chapelle.
Bangunan Gothic lainnya yang luar biasa megah disini adalah Katedral Notre Dame yang tak pernah sepi pengunjung. Setiap hari kawasan Notre Dame ini ramai bukan main , orang seperti mengalir tiada henti. Penuh sesak diluar Katedral maupun didalamnya. Meskipun sedang dilaksanakan Misa maupun upacara lainnya, masih juga para turis berjejal penuh sesak. Barangkali agak mengganggu kekusyukan bagi pendoa namun itulah situasinya. Barangkali juga karena telah terbiasa, mereka yang mengikuti upacara maupun misa tetap dapat hikmad dalam lingkungan yang terbrikade memisahkan kehadiran turis yang menikmati keindahan Notre Dame. Mulai dibangun tahun 1163 pada masa Uskup Maurice de Sully. Berkembang terus berkelanjutan , Bagian tengah gereja dan lorong lorong serta tampak depannya selesai pada tahun 1200 masa Uskup Eudes de Sully. Meskipun begitu menaranya belum selesai hingga tahun 1245. Sekitar tahun 1250 tampak mukanya dikembangkan . Pembangunan nya baru bisa dikatakan selesai semua tahun 1345. Memang mendirikan Masterpice sehebat Notre Dame de Paris bukanlah hal sederhana. Makan waktu sekitar 180 tahun lebih.
Mampir ke Notre Dame adalah suatu keharusan bagi pengunjung Paris. Notre Dame semakin dikenal termasuk di Indonesia dengan adanya film layar lebar si Bongkok dari Notre Dame ( The Hunchback of Notre Dame) ,diangkat dari Karya Victor Hugo yang dipublikasi pertama kali tahun 1831. Ceritera tentang penarik Bell Quasimodo, Father Frollo serta Esmeralda.
Kalau kita amati Notre Dame, khususnya 2 menara vertical dibagian depannya , kita akan merasakan seolah menikmati renda tipis yang penuh pernik-pernik. Padahal sebenarnya merupakan bangunan batu yang kokoh luar biasa. Padat dan keras. Fenomena yang hampir tak masuk akal yang diciptakan oleh tangan Manusia. Bagian tengahnya terpampang 28 patung representasi para Raja. Pada titik tengah tampak depannya , berdiri megah namun lembut patung Madonna & Child beserta 2 Malaekat serta Adam dan Hawa disisi lainnya. Diatas pintu bagian tengah yang megah , disentralnya terlihat patung Jesus Kristus serta disisinya tampak Madonna, Santo Johannes serta para Malaekat. Patung dari Uskup Maurice de Sully sendiri sebagai pendiri pertama dipahat diatas gerbang kanan , dimana sisi lainnya adalah raja Louis VII.
Menikmati eksteriornya yang mempesona dengan aneka pahatan dan gambaran yang tak terkirakan halusnya, kita memang terbawa kearah kekaguman yang khusuk. Memandang busur-busur serta menaranya yang menjulang tinggi memang menuntun kita untuk berdoa. Seperti yang dikatakan Kardinal Feltin dari Paris ( 1949-1966):’ Busur serta puncak menaranya seolah ingin menggapai keatas, menggambarkan arah doa kepada Tuhan ,Roh Kudus serta Sumber Cinta Kasih .’ Kalau kita merenungi sejenak perasaan perasaan tersebut akan hadir dihati.
Memasuki Interiornya yang bertiang tinggi dan megah membawa perasaan yang berbeda lagi. Suasana yang sangat religius seolah mendekatkan diri kita kepada Tuhan dengan tenang, meskipun dalam lingkungan yang ramai pengunjung. Dimensi ruangan interiornya meliputi tinggi sekitar 130 m, panjang 50 m serta lebar sekitar 35 m. Bisa menampung sekitar 9.000 orang didalamnya. Ruangannya relative agak gelap dan bertabur cahaya lilin. Dibagian belakang gereja terdapat Museum tempat menyimpan benda- benda gereja yang bersejarah. Sebelum mencapai museum kita melewati lorong panjang dimana terdapat 9 panel panjang yang mengggambarkan kisah kehidupan Jesus Kristus Tuhan kita. Panel ini dipahat oleh pematung Jean Ravy. Panel ini penuh aneka warna indah dengan motif yang sangat detail.
Semuanya ini masih sebagian kecil cerita mengenai masterpiece Gothic Katedral Notre Dame . Peninggalan sejarah masalalu yang tak akan habis dinikmati oleh seluruh dunia. Bangunan lama yang tetap terawat sempurna yang telah menjadi milik dunia. Ada pepatah ‘ Notre Dame bukan hanya sebuah bangunan, tapi sesuatu yang hidup. Melihatnya saja belumlah cukup, kita perlu tinggal dengannya untuk waktu yang lama’ Barangkali dengan begitu baru kita bisa memahaminya. ‘Notre Dame de Paris, Notre Dame of the world, Wonder, Welcoming & Prayer’.
Disini ada beberapa Landmarks Paris yang mana keseluruhannya sebenarnya berjumlah sekitar 4.000 an. Betapa banyak dan tak mungkin terkunjungi semuanya. Akses Pont Neuf, jalanan indah dengan jajaran lampu antik adalah salah satunya. Masih ada lagi The Conciergerie ,The Sainte Chapelle dan lain-lain. Salah satu Masterpiece arsitektur Gothic yang dibangun masa Louis IX adalah Sainte Chapelle.
Bangunan Gothic lainnya yang luar biasa megah disini adalah Katedral Notre Dame yang tak pernah sepi pengunjung. Setiap hari kawasan Notre Dame ini ramai bukan main , orang seperti mengalir tiada henti. Penuh sesak diluar Katedral maupun didalamnya. Meskipun sedang dilaksanakan Misa maupun upacara lainnya, masih juga para turis berjejal penuh sesak. Barangkali agak mengganggu kekusyukan bagi pendoa namun itulah situasinya. Barangkali juga karena telah terbiasa, mereka yang mengikuti upacara maupun misa tetap dapat hikmad dalam lingkungan yang terbrikade memisahkan kehadiran turis yang menikmati keindahan Notre Dame. Mulai dibangun tahun 1163 pada masa Uskup Maurice de Sully. Berkembang terus berkelanjutan , Bagian tengah gereja dan lorong lorong serta tampak depannya selesai pada tahun 1200 masa Uskup Eudes de Sully. Meskipun begitu menaranya belum selesai hingga tahun 1245. Sekitar tahun 1250 tampak mukanya dikembangkan . Pembangunan nya baru bisa dikatakan selesai semua tahun 1345. Memang mendirikan Masterpice sehebat Notre Dame de Paris bukanlah hal sederhana. Makan waktu sekitar 180 tahun lebih.
Mampir ke Notre Dame adalah suatu keharusan bagi pengunjung Paris. Notre Dame semakin dikenal termasuk di Indonesia dengan adanya film layar lebar si Bongkok dari Notre Dame ( The Hunchback of Notre Dame) ,diangkat dari Karya Victor Hugo yang dipublikasi pertama kali tahun 1831. Ceritera tentang penarik Bell Quasimodo, Father Frollo serta Esmeralda.
Kalau kita amati Notre Dame, khususnya 2 menara vertical dibagian depannya , kita akan merasakan seolah menikmati renda tipis yang penuh pernik-pernik. Padahal sebenarnya merupakan bangunan batu yang kokoh luar biasa. Padat dan keras. Fenomena yang hampir tak masuk akal yang diciptakan oleh tangan Manusia. Bagian tengahnya terpampang 28 patung representasi para Raja. Pada titik tengah tampak depannya , berdiri megah namun lembut patung Madonna & Child beserta 2 Malaekat serta Adam dan Hawa disisi lainnya. Diatas pintu bagian tengah yang megah , disentralnya terlihat patung Jesus Kristus serta disisinya tampak Madonna, Santo Johannes serta para Malaekat. Patung dari Uskup Maurice de Sully sendiri sebagai pendiri pertama dipahat diatas gerbang kanan , dimana sisi lainnya adalah raja Louis VII.
Menikmati eksteriornya yang mempesona dengan aneka pahatan dan gambaran yang tak terkirakan halusnya, kita memang terbawa kearah kekaguman yang khusuk. Memandang busur-busur serta menaranya yang menjulang tinggi memang menuntun kita untuk berdoa. Seperti yang dikatakan Kardinal Feltin dari Paris ( 1949-1966):’ Busur serta puncak menaranya seolah ingin menggapai keatas, menggambarkan arah doa kepada Tuhan ,Roh Kudus serta Sumber Cinta Kasih .’ Kalau kita merenungi sejenak perasaan perasaan tersebut akan hadir dihati.
Memasuki Interiornya yang bertiang tinggi dan megah membawa perasaan yang berbeda lagi. Suasana yang sangat religius seolah mendekatkan diri kita kepada Tuhan dengan tenang, meskipun dalam lingkungan yang ramai pengunjung. Dimensi ruangan interiornya meliputi tinggi sekitar 130 m, panjang 50 m serta lebar sekitar 35 m. Bisa menampung sekitar 9.000 orang didalamnya. Ruangannya relative agak gelap dan bertabur cahaya lilin. Dibagian belakang gereja terdapat Museum tempat menyimpan benda- benda gereja yang bersejarah. Sebelum mencapai museum kita melewati lorong panjang dimana terdapat 9 panel panjang yang mengggambarkan kisah kehidupan Jesus Kristus Tuhan kita. Panel ini dipahat oleh pematung Jean Ravy. Panel ini penuh aneka warna indah dengan motif yang sangat detail.
Semuanya ini masih sebagian kecil cerita mengenai masterpiece Gothic Katedral Notre Dame . Peninggalan sejarah masalalu yang tak akan habis dinikmati oleh seluruh dunia. Bangunan lama yang tetap terawat sempurna yang telah menjadi milik dunia. Ada pepatah ‘ Notre Dame bukan hanya sebuah bangunan, tapi sesuatu yang hidup. Melihatnya saja belumlah cukup, kita perlu tinggal dengannya untuk waktu yang lama’ Barangkali dengan begitu baru kita bisa memahaminya. ‘Notre Dame de Paris, Notre Dame of the world, Wonder, Welcoming & Prayer’.
MENJELAJAH HUTAN WHIRINAKI NEW ZEALAND
Pilihan menjelajah Whirinaki memang bukan untuk relax & santai. Tantangan alamnya berat dan bisa berbahaya. Kejutan kejutan banyak ditemui. Namun bagi Pecinta Alam sejati, menyusur sungai menjelajah hutan Whirinaki akan menjadi perjalanan yang mengasikkan dan tak terlupakan.
Angin sejuk membelai wajah menerobos jendela mobil yang melaju. Sungguh menyegarkan. Kendaraan telah memasuki daerah dingin berkabut Murupara. Ketenangan serta suasana disini seolah menggandeng hadir kealam lain. Gerimis menyelimuti hutan Whirinaki (55.000 hektar) bagian dari Murupara di New Zealand.

Memasuki hutan perlu persiapan matang apalagi untuk orang kota. Kegiatan ini disebut Tramping. New Zealand juga dikenal dengan wisata alam lainnya seperti Hicking (bejalan posisi naik ), Climbing (lebih kearah memanjat), Camping (berkemah) dan Kayaking (mendayung). Masing masing orang berkewajiban menggendong ranselnya sendiri.Barang2 yang dibawa harus seperlunya saja. Dilengkapi Sleeping Bag, peta, kompas, pakaian, makanan, minuman, alat masak, senter,lilin, dll. Beban yang agak berat ditata di atas agar lebih nyaman bagi pinggang. Ukuran ransel harus sesuai tinggi tubuh. Kesalahan membawa beban berlebihan berakibat cukup sengsara. Semakin jauh semakin terasa berat.
Dari Pintu di River Road yang gampang dicari dipeta Murupara, hutan Whirinaki siap menyambut. Perjalanan dipeta tertulis 5 jam mencapai Central Whirinaki Hut, tempat bermalam.. Namun bagi yang tidak berpengalaman jangan berharap bisa mencapainya tepat waktu .
Melangkah melewati pintu beratap segitiga pakis2 menyalam indah, berderet bagai Peragawati memamerkan kakinya yg. jenjang menarik. Pakis/Fern semakin tua semakin tinggi. Daun daunnya mengering namun tidak mudah patah. Menggelantung kecoklatan. Daun hijaunya renik renik halus terstruktur. Enak untuk ditatap.
Pohon pohon Podocarp yang usianya ratusan bahkan ada yang ribu tahun bisa ditemui di Whirinaki. Di New Zealand memang ada pohon-pohon ribuan tahun yang masih berdiri teguh. Pohon Kauri tertua yang masih hidup mencapai 4000 tahun, dikenal dengan nama Tane Mahuta kebanggaan New Zealand.
Berjalan sejam masih terasa nyaman. Jalan setapaknya bersahabat. Gerimis masih rintik rintik. Itulah sebabnya ransel perlu dilapisi plastik dalamnya agar tak basah. Di New Zealand, tak mungkin menghindari hujan.
Banyak tumbuhan menarik lainnya. Ada jenis yang kalau disentuh dapat mengalirkan sengatan listrik. Juga Manuka kesukaan lebah yang menghasilkan madu terkenal Manuka Honey.
Setelah dua jam berjalan, Sungai tepat menghadang. Perjalanan mulai berat. Melewati bukit2 terjal. Jalan setapak selalu berada antara sungai dan bukit . Kerap kali bersisikan jurang dalam. Kalau tidak hati hati bisa tergelincir dan tertelan jurang dan sungai. Jalanan banyak ditutupi dedaunan gugur. Sepatu yang kurang cocok untuk medan ini bisa licin terpeleset. Jurang sekitarnya berpuluh meter dalamnya sebelum mencapai sungai. Ditambah lagi banyak pepohonan besar siap membentur kita. Belum lagi batuan2 disungai. Ngeri rasanya. Kemungkinan bahaya ini tentu bisa diantisipasi dengan persiapan yang mantap. Kondisi badan yang fit. Beban dan ukuran ransel yang tepat. Serta jangan lupa kotak PPPK. Kalau ragu jangan bimbang untuk mempersiapkan pemandu. Penting terutama bagi yang baru pertama kali.
Di sungai Whirinaki hidup Whio, bebek langka biru tua yang selalu berpasangan. Berduaan saja. Iri rasanya melihatnya. Binatang lain adalah rusa dan babi hutan serta berbagai serangga. Untuk menghadapi serangga perlu mempersiapkan lotion anti serangga. Tak ada binatang buas. Percaya atau tidak , dihutan dan disemak seperti apapun tak ada ular di New Zealand. Memang aneh. New Zealand bebas ular.
Perjalanan ke Central Hut ternyata dicapai 8 jam karena banyak berhenti mengambil foto. Tepat hampir gelap sampailah di Central Hut. Bangunan sederhana dari kayu. Ada 2 kamar tidur, ruang tengah dan serambi. Tak seorangpun berada di hut. Tak ada listrik. Cukup bersih, semua tamu punya beban moril untuk membereskan sebelum meninggalkan hut. Penyediaan airnya diatur dari tadah hujan. Selalu ada air karena selalu hujan. Tak ada kamar mandi. Toilet tanpa air tersedia 2 buah. Letaknya terlalu jauh. Ngeri rasanya melintas dimalam gelap menuju toilet.
Masing2 kamarnya ada 6 tempat tidur posisi susun. Tersedia busa berplastik. Semuanya rapi. Pemakai sebelumnya membereskan dengan baik. Barangkali rasa tanggung jawab seperasaan membuat semua disiplin. Ada kotak donasi sederhana. Diisi mata uang kecil, 5 NZD, 10 NZD dan koin2. Tak ada yang merusak dan mengambilnya.
Dapurnya sederhana, ada meja panjang dan lemari gantung. Anehnya dilemari tersedia aneka makanan, sambal kecap, teh, mie dll. Barangkali karena pengunjung terlalu berat membawa bekal saat pulang. Dimungkinkan memasak disana, asal membawa perlengkapan gas dan panci.
Malam ditengah hutan, jauh dari peradaban, tanpa TV, lampu dan lain2 memang sepi. Hanya ada jutaan bintang dilangit dan nyanyi sunyi tembang hutan. Kadang suara burung dan binatang membuat terasa aneh dan bertanya-tanya, alam mana ini? Perasaan takut menyelinap dihati. Tidur tanpa kunci dan siap bergabung dengan tamu lainnya yang mungkin datang, siapapun, motif apapun, memang membuat kita was-was. Sinar lilin ternyata menenteramkan hati. Malamnya panjang dan membuahkan pengalaman aneh, ngeri , curiga serta siaga.
Begitu sinar pagi mulai remang remang, bahagia rasanya. Masih seperti semula, masih lengkap, tas punggung, dompet, uang dan segalanya. Tak ada tamu lainnya.
Persiapan makan pagi dilakukan cepat, ke WC dan lain lain kebiasaan pagi tetap bisa dilaksanakan. Funny Tail, burung hitam dengan ekor berkembang putih menyapa lagi. Sejak perjalanan dia sering ramah menghampiri.
Perjalan lanjutan dimulai setelah membereskan semuanya seperti sedia kala . Makanan yang terlalu berat ditinggalkan untuk bisa dimanfaatkan tamu lainnya . Sampah2 dimasukkan plastik dan dibawa lagi. Tak ada sampah ditinggalkan. Perjalanan kepintu Plateau Road memang beda arah namun memiliki cerita yang hampir sama.
Mencapai pintu Plateau Road diselatan memberikan perasaan luar biasa. Apalagi melihat mobil sudah terpakir didepan. Nikmat, rasanya. Saat masuk ,mobil ditinggal di pintu River Road, diserahkan pada seorang pengantar dengan biaya 60 NZD.
Selain jalur perjalanan satu hari seperti yang kita tempuh, masih ada jalur 3 hari dan 5 hari. Tentu jauh lebih berat dalam menjelajah Whirinaki.
Kembali ke peradaban dengan pengalaman baru rasanya memang memuaskan. Ada rasa berat sewaktu menjalani, ada rasa nikmat setelah menyelesaikannya. Perasaan yang sama antara kita adalah bahwa kehidupan ini menjadi lebih berarti.
Rasanya beruntung masih hidup, sehat dan lengkap. Ingin mencoba, silakan dengan persiapan matang, jangan gegabah. Alam bisa ramah dan indah, tapi bisa juga menakutkan dan mengerikan.
Angin sejuk membelai wajah menerobos jendela mobil yang melaju. Sungguh menyegarkan. Kendaraan telah memasuki daerah dingin berkabut Murupara. Ketenangan serta suasana disini seolah menggandeng hadir kealam lain. Gerimis menyelimuti hutan Whirinaki (55.000 hektar) bagian dari Murupara di New Zealand.

Memasuki hutan perlu persiapan matang apalagi untuk orang kota. Kegiatan ini disebut Tramping. New Zealand juga dikenal dengan wisata alam lainnya seperti Hicking (bejalan posisi naik ), Climbing (lebih kearah memanjat), Camping (berkemah) dan Kayaking (mendayung). Masing masing orang berkewajiban menggendong ranselnya sendiri.Barang2 yang dibawa harus seperlunya saja. Dilengkapi Sleeping Bag, peta, kompas, pakaian, makanan, minuman, alat masak, senter,lilin, dll. Beban yang agak berat ditata di atas agar lebih nyaman bagi pinggang. Ukuran ransel harus sesuai tinggi tubuh. Kesalahan membawa beban berlebihan berakibat cukup sengsara. Semakin jauh semakin terasa berat.
Dari Pintu di River Road yang gampang dicari dipeta Murupara, hutan Whirinaki siap menyambut. Perjalanan dipeta tertulis 5 jam mencapai Central Whirinaki Hut, tempat bermalam.. Namun bagi yang tidak berpengalaman jangan berharap bisa mencapainya tepat waktu .
Melangkah melewati pintu beratap segitiga pakis2 menyalam indah, berderet bagai Peragawati memamerkan kakinya yg. jenjang menarik. Pakis/Fern semakin tua semakin tinggi. Daun daunnya mengering namun tidak mudah patah. Menggelantung kecoklatan. Daun hijaunya renik renik halus terstruktur. Enak untuk ditatap.
Pohon pohon Podocarp yang usianya ratusan bahkan ada yang ribu tahun bisa ditemui di Whirinaki. Di New Zealand memang ada pohon-pohon ribuan tahun yang masih berdiri teguh. Pohon Kauri tertua yang masih hidup mencapai 4000 tahun, dikenal dengan nama Tane Mahuta kebanggaan New Zealand.
Berjalan sejam masih terasa nyaman. Jalan setapaknya bersahabat. Gerimis masih rintik rintik. Itulah sebabnya ransel perlu dilapisi plastik dalamnya agar tak basah. Di New Zealand, tak mungkin menghindari hujan.
Banyak tumbuhan menarik lainnya. Ada jenis yang kalau disentuh dapat mengalirkan sengatan listrik. Juga Manuka kesukaan lebah yang menghasilkan madu terkenal Manuka Honey.
Setelah dua jam berjalan, Sungai tepat menghadang. Perjalanan mulai berat. Melewati bukit2 terjal. Jalan setapak selalu berada antara sungai dan bukit . Kerap kali bersisikan jurang dalam. Kalau tidak hati hati bisa tergelincir dan tertelan jurang dan sungai. Jalanan banyak ditutupi dedaunan gugur. Sepatu yang kurang cocok untuk medan ini bisa licin terpeleset. Jurang sekitarnya berpuluh meter dalamnya sebelum mencapai sungai. Ditambah lagi banyak pepohonan besar siap membentur kita. Belum lagi batuan2 disungai. Ngeri rasanya. Kemungkinan bahaya ini tentu bisa diantisipasi dengan persiapan yang mantap. Kondisi badan yang fit. Beban dan ukuran ransel yang tepat. Serta jangan lupa kotak PPPK. Kalau ragu jangan bimbang untuk mempersiapkan pemandu. Penting terutama bagi yang baru pertama kali.
Di sungai Whirinaki hidup Whio, bebek langka biru tua yang selalu berpasangan. Berduaan saja. Iri rasanya melihatnya. Binatang lain adalah rusa dan babi hutan serta berbagai serangga. Untuk menghadapi serangga perlu mempersiapkan lotion anti serangga. Tak ada binatang buas. Percaya atau tidak , dihutan dan disemak seperti apapun tak ada ular di New Zealand. Memang aneh. New Zealand bebas ular.
Perjalanan ke Central Hut ternyata dicapai 8 jam karena banyak berhenti mengambil foto. Tepat hampir gelap sampailah di Central Hut. Bangunan sederhana dari kayu. Ada 2 kamar tidur, ruang tengah dan serambi. Tak seorangpun berada di hut. Tak ada listrik. Cukup bersih, semua tamu punya beban moril untuk membereskan sebelum meninggalkan hut. Penyediaan airnya diatur dari tadah hujan. Selalu ada air karena selalu hujan. Tak ada kamar mandi. Toilet tanpa air tersedia 2 buah. Letaknya terlalu jauh. Ngeri rasanya melintas dimalam gelap menuju toilet.
Masing2 kamarnya ada 6 tempat tidur posisi susun. Tersedia busa berplastik. Semuanya rapi. Pemakai sebelumnya membereskan dengan baik. Barangkali rasa tanggung jawab seperasaan membuat semua disiplin. Ada kotak donasi sederhana. Diisi mata uang kecil, 5 NZD, 10 NZD dan koin2. Tak ada yang merusak dan mengambilnya.
Dapurnya sederhana, ada meja panjang dan lemari gantung. Anehnya dilemari tersedia aneka makanan, sambal kecap, teh, mie dll. Barangkali karena pengunjung terlalu berat membawa bekal saat pulang. Dimungkinkan memasak disana, asal membawa perlengkapan gas dan panci.
Malam ditengah hutan, jauh dari peradaban, tanpa TV, lampu dan lain2 memang sepi. Hanya ada jutaan bintang dilangit dan nyanyi sunyi tembang hutan. Kadang suara burung dan binatang membuat terasa aneh dan bertanya-tanya, alam mana ini? Perasaan takut menyelinap dihati. Tidur tanpa kunci dan siap bergabung dengan tamu lainnya yang mungkin datang, siapapun, motif apapun, memang membuat kita was-was. Sinar lilin ternyata menenteramkan hati. Malamnya panjang dan membuahkan pengalaman aneh, ngeri , curiga serta siaga.
Begitu sinar pagi mulai remang remang, bahagia rasanya. Masih seperti semula, masih lengkap, tas punggung, dompet, uang dan segalanya. Tak ada tamu lainnya.
Persiapan makan pagi dilakukan cepat, ke WC dan lain lain kebiasaan pagi tetap bisa dilaksanakan. Funny Tail, burung hitam dengan ekor berkembang putih menyapa lagi. Sejak perjalanan dia sering ramah menghampiri.
Perjalan lanjutan dimulai setelah membereskan semuanya seperti sedia kala . Makanan yang terlalu berat ditinggalkan untuk bisa dimanfaatkan tamu lainnya . Sampah2 dimasukkan plastik dan dibawa lagi. Tak ada sampah ditinggalkan. Perjalanan kepintu Plateau Road memang beda arah namun memiliki cerita yang hampir sama.
Mencapai pintu Plateau Road diselatan memberikan perasaan luar biasa. Apalagi melihat mobil sudah terpakir didepan. Nikmat, rasanya. Saat masuk ,mobil ditinggal di pintu River Road, diserahkan pada seorang pengantar dengan biaya 60 NZD.
Selain jalur perjalanan satu hari seperti yang kita tempuh, masih ada jalur 3 hari dan 5 hari. Tentu jauh lebih berat dalam menjelajah Whirinaki.
Kembali ke peradaban dengan pengalaman baru rasanya memang memuaskan. Ada rasa berat sewaktu menjalani, ada rasa nikmat setelah menyelesaikannya. Perasaan yang sama antara kita adalah bahwa kehidupan ini menjadi lebih berarti.
Rasanya beruntung masih hidup, sehat dan lengkap. Ingin mencoba, silakan dengan persiapan matang, jangan gegabah. Alam bisa ramah dan indah, tapi bisa juga menakutkan dan mengerikan.
Labels:
forest,
new zealand,
vacation paris,
whirinaki
PARIS PARIS
Paris, Mesra namun Tetap Terbuka
Paris, Penuh Gemerlap Cahaya namun tetap Lembut Temaram
Paris, Aristokrat namun Tetap Merakyat
Paris, Sentimental namun tetap Spectakular
Begitulah ungkapan mengenai Paris. Kota tua yang unik, penuh inspirasi dan emosi. Mesra, Gemerlap, Sentimental dan Spectakular. Paris memang perlu dilihat dengan mata namun harus diamati mendalam dengan hati. Keanggunan , keindahan serta puitisnya kota ini memang sulit dijabarkan secara lengkap dan rinci dalam waktu yang singkat. Seminggu perjalanan hanya dikota Paris ,masih sebagian kecil saja yang bisa dinikmati. Itupun hanya sekilas-sekilas. Menurut informasi di Paris ada sekitar 4.000 landmarks yang sudah mulai dibangun sejak 2.000 tahun yang lalu. Betapa tak bisa dibanyangkan, kapan semuanya ini bisa kita kenali dan amati, bahkan untuk penduduk Paris sendiripun. Bangunan-bangunan historis yang Monumental, Eiffel, Trocadero, Notre Dame, Arc de Triomphe , Places de Vosges dan banyak lagi masih hanya sebagian kecil saja.
Dari Trocadero malam hari Menara Eiffel nampak seperti Peragawati dengan kakinya yang ramping beraksi dipanggung. Tepat jam 10 malam gemerlap dengan lampu2 pijar yang luar biasa Membuat kita terpana tak berkedip. Benar benar permainan yang menggoda . Disana ribuan orang menunggu, semua mata memandang datangnya nya detik detik dimana Eiffel berubah. Menjadi gemerlap penuh lampu pijar. Kejadian ini berlangsung selama 10 menit sebelum balik seperti sediakala. Tenang dan Anggun dengan cahaya keemasan kembali seperti peragawati yang bejalan dengan gaunnya yang anggun.
Notre Dame de Paris, kompleks gereja dengan arsitektur Gothicnya yang luar biasa. Puncak & busur busurnya yang menjulang tinggi ke angkasa bagaikan semangat dan doa yang membawa diri kita mendekati Tuhan yang adalah Semangat dan Kasih serta Cinta Sejati sendiri. Kalimat ini pernah dikemukakan Cardinal Feltin dari Paris periode 1949- 1966. Mengamati Notre Dame memang luar biasa. Bangunannya adalah konstruksi batu yang sangat kokoh tak tergoyahkan. Namun karena kehalusan dan banyaknya detail yang luar biasa lembutnya, membuat nya seperti terbuat dari renda yang lembut bukan batu konkret yang padat. Sungguh fenomena yang sulit untuk dibayangkan. Tiang2 dan Museum didalamnya sungguh mencengangkan. Luar biasa dan memang membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Sayang terlalu banyaknya turis yang mengunjungi Notre Dame sedikit mengusik kekusyukan mereka yang berdoa didalamnya. Keluar dari Notre Dame, disambut halaman yang penuh burung Merpati serta ada beberapa orang yang duduk dikursi sambil bercengkerama dengan merpati hingga seluruh tubuh mereka berbalut merpati tanpa kawatir kemungkinan flu burung.
Selain Landmarks yang tersebar dibanyak sudut Paris, lokasi menarik lainnya seperti Montmartre dibalik gereja Sacre-Coeur juga nikmat untuk dikunjungi. Disini berkumpul para seniman yang tentunya tak sama dengan seniman papan atas Perancis yang karya2nya banyak mendiami museum2 top di Paris. Meskipun begitu karya-karya mereka banyak yang layak untuk disimak dan menarik untuk dijadikan souvenir. Di Mont Martre juga tersebar banyak sekali Café. Dan hampir semuanya penuh sesak. Kehidupan masyarakat Paris memang tak bisa dipisahkan daru Café-Café. Mereka hadir ditiap sudut. Umumnya semua blok di Paris adalah Apartment di bagian atasnya , dibagian bawah difungsikan untuk business, kantor, toko, restaurant atau café yang tak pernah sepi pengunjung. Mereka bisa berjam jam duduk dicafe, memandang kejalanan sambil menikmati dan ngobrol melewatkan hari dengan sahabat atau keluarga.
Lain lagi di Places de Vosges tempat dimana Victor Hugo, penulis top pernah tinggal disana. Tempat ini teduh dengan pepohonan . Bergelut mesra dengan bangunan merah bata yang bernuansa sedikit pink. Berjubel dengan café dan galeri galeri kecil, taman dan lorong2 indah. Menikmati secangkir Black Coffee ataupun capucino disana sungguh memberikan kenyamanan yang berbeda. Rasanya memang enggan meninggalkan kursi tempat mana kita sudah duduk banyak jam sebelumnya.
Lurus dengan Arc de Triomphe, membentang panjang jalanan Champs Elysee. Jalanan paling bergengsi di Paris ini memang luar biasa. Indah , mempesona dengan pertokoan dan apartment lamanya. Lahan pejalan kakinya sungguh luas dan nikmat. Barangkali inilah lahan jalan kaki yang ternikmat dan terindah didunia. Deretan toko pakaian, minyak wangi serta aksesoris mahal lainnya sangat menggoda pejalan kaki. Sayang mata uang Euro terlalu tinggi . Jadi semuanya cukup sampai dimata. Cukup puas hanya menikmati coffee di Café café yang bertebar disana tanpa banyak belanja.
Bagi yang tertarik dengan Museum, sungguh di Paris adalah surganya. Sayang sekali kalau terlewatkan. Berkunjung ke Museum di Paris tidaklah terlalu mudah. Memerlukan cukup banyak waktu karena kita harus bersedia mengantri begitu panjang. Rasanya tak ada Museum di Paris yang sepi pengunjung. Biaya untuk masuk museum umumnya kisaran 5 sampai 9 Euro. Museum utama yang layak dikunjungi adalah Louvre atau nama lengkapnya Le Musee Du Louvre . Disana di Pavilion Denon tergantung Monalisa yang dikenal dengan sebutan La Joconde yang sebenarnya adalah foto diri dari Lisa Gherardini del Giocondo. Dilukis oleh Leonardo da Vinci pada sekitar 1503 – 1506 diatas kayu ukuran 77X53 cm. Rapat terlindung kaca anti peluru dan berjarak brikade. Barangkali karena pernah dicuri pada 1911 yang lalu. Setelah 3 tahun raib , kembali tersenyum di Louvre pada 1914. Ribuan karya2 Masterpiece lainnya seperti Rembrant, Delacroix, Bruegel dll juga tersimpan rapi dan bisa dinikmati disana bergiliran & bergantian terus menerus. Juga patung patung luar biasa indahnya dari berbagai periode mulai ratusan tahun sebeluim Masehi, termasuk Venus de Milo yang terkenal dan Winged Victory of Samothrace, patung Marmer tanpa kepala stinggi 3,28 m periode 190 tahun Sebeluim Masehi. Bergidik rasanya melihat pahatan sayap dan drapery kain yang sangat sempurna. Segitiga Pyramide ditengah halaman Museum yang dibangun oleh arsitek Ieoh Ming Pei telah membawa Louvre ke Museum tingkat dunia . Paduan Klasik dan Modern ini sekaligus juga jalan akses masuk serta berfungsi untuk pencahayaan yang sempurna. Jangan salah masuk ,melalui lapangan parkir bawah tanah, bisa menghemat dan menghindari antrean di luar Pyramide terebut yang panjangnya seolah tak ada ujung.
Museum d’Orsay juga jangan dilewatkan. Stasiun Kereta Api tua tersebut telah disulap menjadi Museum yang tak alang indahnya. Di dalamnya bersemayam karya karya lebih muda Masterpiece seperti karya Degas, Renoir, Van Gogh, Monet dan banyak lagi. Ada lagi Le Musee Nationa d’Art Moderne yang menyimpan karya karya lukis modern dari Kandinsky,Matisse, Miro dan lain-lain. Diluar sana masih sederetan Museum lagi yang tak ada habisnya, termasuk Museum Picaso.
Keluar kota sedikit, sekitar 1 jam perjalanan mobil, Versailles menunggu. Istana dengan beribu cerita yang memiliki kebun yang spectakuler serta ruang Kristal dan plafon plafonnya yang monumental dan berlukiskan atau berpahat sungguh tak masuk akal. Tak bisa dibayangkan bagaimana para seniman sambil memandang menengadah keplafon seharian mengerjakan karya seni dengan tiada hentinya. Capai rasanya . Terbayangkan sudah.
Seperti juga capai rasanya menyusuri keindahan kota tua Paris yang memang tak akan habis sekali kunjungan. Malahan akan melelahkan jika dipaksakan. Capai rasanya namun hati bahagia menikmati .Masih menggebu keinginan untuk kembali. Paris, takkan selesai dalam kunjungan seumur hidup. Paris- Paris…..!!!
Paris, Penuh Gemerlap Cahaya namun tetap Lembut Temaram
Paris, Aristokrat namun Tetap Merakyat
Paris, Sentimental namun tetap Spectakular
Begitulah ungkapan mengenai Paris. Kota tua yang unik, penuh inspirasi dan emosi. Mesra, Gemerlap, Sentimental dan Spectakular. Paris memang perlu dilihat dengan mata namun harus diamati mendalam dengan hati. Keanggunan , keindahan serta puitisnya kota ini memang sulit dijabarkan secara lengkap dan rinci dalam waktu yang singkat. Seminggu perjalanan hanya dikota Paris ,masih sebagian kecil saja yang bisa dinikmati. Itupun hanya sekilas-sekilas. Menurut informasi di Paris ada sekitar 4.000 landmarks yang sudah mulai dibangun sejak 2.000 tahun yang lalu. Betapa tak bisa dibanyangkan, kapan semuanya ini bisa kita kenali dan amati, bahkan untuk penduduk Paris sendiripun. Bangunan-bangunan historis yang Monumental, Eiffel, Trocadero, Notre Dame, Arc de Triomphe , Places de Vosges dan banyak lagi masih hanya sebagian kecil saja.
Dari Trocadero malam hari Menara Eiffel nampak seperti Peragawati dengan kakinya yang ramping beraksi dipanggung. Tepat jam 10 malam gemerlap dengan lampu2 pijar yang luar biasa Membuat kita terpana tak berkedip. Benar benar permainan yang menggoda . Disana ribuan orang menunggu, semua mata memandang datangnya nya detik detik dimana Eiffel berubah. Menjadi gemerlap penuh lampu pijar. Kejadian ini berlangsung selama 10 menit sebelum balik seperti sediakala. Tenang dan Anggun dengan cahaya keemasan kembali seperti peragawati yang bejalan dengan gaunnya yang anggun.
Notre Dame de Paris, kompleks gereja dengan arsitektur Gothicnya yang luar biasa. Puncak & busur busurnya yang menjulang tinggi ke angkasa bagaikan semangat dan doa yang membawa diri kita mendekati Tuhan yang adalah Semangat dan Kasih serta Cinta Sejati sendiri. Kalimat ini pernah dikemukakan Cardinal Feltin dari Paris periode 1949- 1966. Mengamati Notre Dame memang luar biasa. Bangunannya adalah konstruksi batu yang sangat kokoh tak tergoyahkan. Namun karena kehalusan dan banyaknya detail yang luar biasa lembutnya, membuat nya seperti terbuat dari renda yang lembut bukan batu konkret yang padat. Sungguh fenomena yang sulit untuk dibayangkan. Tiang2 dan Museum didalamnya sungguh mencengangkan. Luar biasa dan memang membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Sayang terlalu banyaknya turis yang mengunjungi Notre Dame sedikit mengusik kekusyukan mereka yang berdoa didalamnya. Keluar dari Notre Dame, disambut halaman yang penuh burung Merpati serta ada beberapa orang yang duduk dikursi sambil bercengkerama dengan merpati hingga seluruh tubuh mereka berbalut merpati tanpa kawatir kemungkinan flu burung.
Selain Landmarks yang tersebar dibanyak sudut Paris, lokasi menarik lainnya seperti Montmartre dibalik gereja Sacre-Coeur juga nikmat untuk dikunjungi. Disini berkumpul para seniman yang tentunya tak sama dengan seniman papan atas Perancis yang karya2nya banyak mendiami museum2 top di Paris. Meskipun begitu karya-karya mereka banyak yang layak untuk disimak dan menarik untuk dijadikan souvenir. Di Mont Martre juga tersebar banyak sekali Café. Dan hampir semuanya penuh sesak. Kehidupan masyarakat Paris memang tak bisa dipisahkan daru Café-Café. Mereka hadir ditiap sudut. Umumnya semua blok di Paris adalah Apartment di bagian atasnya , dibagian bawah difungsikan untuk business, kantor, toko, restaurant atau café yang tak pernah sepi pengunjung. Mereka bisa berjam jam duduk dicafe, memandang kejalanan sambil menikmati dan ngobrol melewatkan hari dengan sahabat atau keluarga.
Lain lagi di Places de Vosges tempat dimana Victor Hugo, penulis top pernah tinggal disana. Tempat ini teduh dengan pepohonan . Bergelut mesra dengan bangunan merah bata yang bernuansa sedikit pink. Berjubel dengan café dan galeri galeri kecil, taman dan lorong2 indah. Menikmati secangkir Black Coffee ataupun capucino disana sungguh memberikan kenyamanan yang berbeda. Rasanya memang enggan meninggalkan kursi tempat mana kita sudah duduk banyak jam sebelumnya.
Lurus dengan Arc de Triomphe, membentang panjang jalanan Champs Elysee. Jalanan paling bergengsi di Paris ini memang luar biasa. Indah , mempesona dengan pertokoan dan apartment lamanya. Lahan pejalan kakinya sungguh luas dan nikmat. Barangkali inilah lahan jalan kaki yang ternikmat dan terindah didunia. Deretan toko pakaian, minyak wangi serta aksesoris mahal lainnya sangat menggoda pejalan kaki. Sayang mata uang Euro terlalu tinggi . Jadi semuanya cukup sampai dimata. Cukup puas hanya menikmati coffee di Café café yang bertebar disana tanpa banyak belanja.
Bagi yang tertarik dengan Museum, sungguh di Paris adalah surganya. Sayang sekali kalau terlewatkan. Berkunjung ke Museum di Paris tidaklah terlalu mudah. Memerlukan cukup banyak waktu karena kita harus bersedia mengantri begitu panjang. Rasanya tak ada Museum di Paris yang sepi pengunjung. Biaya untuk masuk museum umumnya kisaran 5 sampai 9 Euro. Museum utama yang layak dikunjungi adalah Louvre atau nama lengkapnya Le Musee Du Louvre . Disana di Pavilion Denon tergantung Monalisa yang dikenal dengan sebutan La Joconde yang sebenarnya adalah foto diri dari Lisa Gherardini del Giocondo. Dilukis oleh Leonardo da Vinci pada sekitar 1503 – 1506 diatas kayu ukuran 77X53 cm. Rapat terlindung kaca anti peluru dan berjarak brikade. Barangkali karena pernah dicuri pada 1911 yang lalu. Setelah 3 tahun raib , kembali tersenyum di Louvre pada 1914. Ribuan karya2 Masterpiece lainnya seperti Rembrant, Delacroix, Bruegel dll juga tersimpan rapi dan bisa dinikmati disana bergiliran & bergantian terus menerus. Juga patung patung luar biasa indahnya dari berbagai periode mulai ratusan tahun sebeluim Masehi, termasuk Venus de Milo yang terkenal dan Winged Victory of Samothrace, patung Marmer tanpa kepala stinggi 3,28 m periode 190 tahun Sebeluim Masehi. Bergidik rasanya melihat pahatan sayap dan drapery kain yang sangat sempurna. Segitiga Pyramide ditengah halaman Museum yang dibangun oleh arsitek Ieoh Ming Pei telah membawa Louvre ke Museum tingkat dunia . Paduan Klasik dan Modern ini sekaligus juga jalan akses masuk serta berfungsi untuk pencahayaan yang sempurna. Jangan salah masuk ,melalui lapangan parkir bawah tanah, bisa menghemat dan menghindari antrean di luar Pyramide terebut yang panjangnya seolah tak ada ujung.
Museum d’Orsay juga jangan dilewatkan. Stasiun Kereta Api tua tersebut telah disulap menjadi Museum yang tak alang indahnya. Di dalamnya bersemayam karya karya lebih muda Masterpiece seperti karya Degas, Renoir, Van Gogh, Monet dan banyak lagi. Ada lagi Le Musee Nationa d’Art Moderne yang menyimpan karya karya lukis modern dari Kandinsky,Matisse, Miro dan lain-lain. Diluar sana masih sederetan Museum lagi yang tak ada habisnya, termasuk Museum Picaso.
Keluar kota sedikit, sekitar 1 jam perjalanan mobil, Versailles menunggu. Istana dengan beribu cerita yang memiliki kebun yang spectakuler serta ruang Kristal dan plafon plafonnya yang monumental dan berlukiskan atau berpahat sungguh tak masuk akal. Tak bisa dibayangkan bagaimana para seniman sambil memandang menengadah keplafon seharian mengerjakan karya seni dengan tiada hentinya. Capai rasanya . Terbayangkan sudah.
Seperti juga capai rasanya menyusuri keindahan kota tua Paris yang memang tak akan habis sekali kunjungan. Malahan akan melelahkan jika dipaksakan. Capai rasanya namun hati bahagia menikmati .Masih menggebu keinginan untuk kembali. Paris, takkan selesai dalam kunjungan seumur hidup. Paris- Paris…..!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)























