Ile de la Cite merupakan bagian kota tua Paris yang terletak dipulau yang dikelilingi Sungai Seine yang bening. Ada dua pulau kecil berdekatan yang dihubungkan oleh jalanan Pont St. Louis. Sebanyak 14 jembatan indah menjadi akses ke kedua pulau ini. Memang rasanya tanpa melihat peta, kita sulit menyadari bahwa situasinya berada ditengah sungai Seine.
Disini ada beberapa Landmarks Paris yang mana keseluruhannya sebenarnya berjumlah sekitar 4.000 an. Betapa banyak dan tak mungkin terkunjungi semuanya. Akses Pont Neuf, jalanan indah dengan jajaran lampu antik adalah salah satunya. Masih ada lagi The Conciergerie ,The Sainte Chapelle dan lain-lain. Salah satu Masterpiece arsitektur Gothic yang dibangun masa Louis IX adalah Sainte Chapelle.
Bangunan Gothic lainnya yang luar biasa megah disini adalah Katedral Notre Dame yang tak pernah sepi pengunjung. Setiap hari kawasan Notre Dame ini ramai bukan main , orang seperti mengalir tiada henti. Penuh sesak diluar Katedral maupun didalamnya. Meskipun sedang dilaksanakan Misa maupun upacara lainnya, masih juga para turis berjejal penuh sesak. Barangkali agak mengganggu kekusyukan bagi pendoa namun itulah situasinya. Barangkali juga karena telah terbiasa, mereka yang mengikuti upacara maupun misa tetap dapat hikmad dalam lingkungan yang terbrikade memisahkan kehadiran turis yang menikmati keindahan Notre Dame. Mulai dibangun tahun 1163 pada masa Uskup Maurice de Sully. Berkembang terus berkelanjutan , Bagian tengah gereja dan lorong lorong serta tampak depannya selesai pada tahun 1200 masa Uskup Eudes de Sully. Meskipun begitu menaranya belum selesai hingga tahun 1245. Sekitar tahun 1250 tampak mukanya dikembangkan . Pembangunan nya baru bisa dikatakan selesai semua tahun 1345. Memang mendirikan Masterpice sehebat Notre Dame de Paris bukanlah hal sederhana. Makan waktu sekitar 180 tahun lebih.
Mampir ke Notre Dame adalah suatu keharusan bagi pengunjung Paris. Notre Dame semakin dikenal termasuk di Indonesia dengan adanya film layar lebar si Bongkok dari Notre Dame ( The Hunchback of Notre Dame) ,diangkat dari Karya Victor Hugo yang dipublikasi pertama kali tahun 1831. Ceritera tentang penarik Bell Quasimodo, Father Frollo serta Esmeralda.
Kalau kita amati Notre Dame, khususnya 2 menara vertical dibagian depannya , kita akan merasakan seolah menikmati renda tipis yang penuh pernik-pernik. Padahal sebenarnya merupakan bangunan batu yang kokoh luar biasa. Padat dan keras. Fenomena yang hampir tak masuk akal yang diciptakan oleh tangan Manusia. Bagian tengahnya terpampang 28 patung representasi para Raja. Pada titik tengah tampak depannya , berdiri megah namun lembut patung Madonna & Child beserta 2 Malaekat serta Adam dan Hawa disisi lainnya. Diatas pintu bagian tengah yang megah , disentralnya terlihat patung Jesus Kristus serta disisinya tampak Madonna, Santo Johannes serta para Malaekat. Patung dari Uskup Maurice de Sully sendiri sebagai pendiri pertama dipahat diatas gerbang kanan , dimana sisi lainnya adalah raja Louis VII.
Menikmati eksteriornya yang mempesona dengan aneka pahatan dan gambaran yang tak terkirakan halusnya, kita memang terbawa kearah kekaguman yang khusuk. Memandang busur-busur serta menaranya yang menjulang tinggi memang menuntun kita untuk berdoa. Seperti yang dikatakan Kardinal Feltin dari Paris ( 1949-1966):’ Busur serta puncak menaranya seolah ingin menggapai keatas, menggambarkan arah doa kepada Tuhan ,Roh Kudus serta Sumber Cinta Kasih .’ Kalau kita merenungi sejenak perasaan perasaan tersebut akan hadir dihati.
Memasuki Interiornya yang bertiang tinggi dan megah membawa perasaan yang berbeda lagi. Suasana yang sangat religius seolah mendekatkan diri kita kepada Tuhan dengan tenang, meskipun dalam lingkungan yang ramai pengunjung. Dimensi ruangan interiornya meliputi tinggi sekitar 130 m, panjang 50 m serta lebar sekitar 35 m. Bisa menampung sekitar 9.000 orang didalamnya. Ruangannya relative agak gelap dan bertabur cahaya lilin. Dibagian belakang gereja terdapat Museum tempat menyimpan benda- benda gereja yang bersejarah. Sebelum mencapai museum kita melewati lorong panjang dimana terdapat 9 panel panjang yang mengggambarkan kisah kehidupan Jesus Kristus Tuhan kita. Panel ini dipahat oleh pematung Jean Ravy. Panel ini penuh aneka warna indah dengan motif yang sangat detail.
Semuanya ini masih sebagian kecil cerita mengenai masterpiece Gothic Katedral Notre Dame . Peninggalan sejarah masalalu yang tak akan habis dinikmati oleh seluruh dunia. Bangunan lama yang tetap terawat sempurna yang telah menjadi milik dunia. Ada pepatah ‘ Notre Dame bukan hanya sebuah bangunan, tapi sesuatu yang hidup. Melihatnya saja belumlah cukup, kita perlu tinggal dengannya untuk waktu yang lama’ Barangkali dengan begitu baru kita bisa memahaminya. ‘Notre Dame de Paris, Notre Dame of the world, Wonder, Welcoming & Prayer’.
Friday, September 18, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment